Ketahui Resiko Operasi Maloklusi Gigi!

maloklusi gigi

Maloklusi sebenarnya bukanlah kondisi medis yang asing. Justru sebaliknya, penyandang maloklusi di Indonesia lumayan banyak. Secara singkat, maloklusi merupakan kondisi medis dimana susunan gigi dan bentuk tulang rahang tidak rata atau abnormal. Bentuk dari maloklusi ini bisa bermacam-macam. Mulai dari gigi tonggos, gigi yang bengkok, tumpang tindih, dan lain sebagainya. Dengan perkembangan medis yang semakin canggih, cara mengatasi maloklusi ini sekarang lumayan beragam. Namun, tentu saja akan ada resiko operasi maloklusi gigi yang harus dipertimbangkan. 

Penyebab Maloklusi

Faktor penyebab maloklusi yang utama adalah faktor genetik. Hal ini merupakan faktor yang sudah tidak dapat dihindari. Namun, ada juga beberapa penyebab yang membuat maloklusi menjadi semakin parah. Yaitu:

  • Pemberian ASI menggunakan botol dot secara terus menerus
  • Bayi mengalami ketergantungan menyusu pada botol diatas 3 tahun
  • Pertumbuhan gigi yang terlalu rapat atau bahkan terlalu sedikit
  • Terjadinya cedera pada gigi atau rahang
  • Munculnya tumor mulut

Cara Mengatasi Maloklusi

Pada dasarnya, maloklusi ringan tidak membutuhkan pertolongan medis. Namun, pada kasus tertentu maloklusi memang bisa mengakibatkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Misalnya, kesulitan mengunyah makanan, kesulitan berbicara, kesulitan bernapas, hingga mengakibatkan krisis kepercayaan diri. Untuk mengatasinya, ada beberapa solusi yang bisa diambil. Solusi untuk maloklusi antara lain:

  • Pemasangan kawat gigi

Kawat gigi merupakan salah satu solusi mengatasi maloklusi yang paling banyak disarankan. Pemasangan kawat gigi ini juga menjadi metode yang terpopuler. Kawat gigi bisa membantu memperbaiki bentuk rahang mulut atau bawah agar terlihat rapi. Apabila Bunda memiliki gigi yang rapat, kemungkinan besar akan dilakukan pencabutan gigi. Prosedur ini biasanya memakan waktu sekitar 2 tahun.

  • Ekstraksi gigi

Solusi lainnya untuk mengatasi maloklusi adalah dengan ekstraksi atau cabut gigi. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk memberikan ruang bagi kasus gigi yang berdesakan. Dalam kasus umum, biasanya dokter bisa langsung melakukan pencabutan gigi tanpa operasi pembedahan. Namun, pada kasus gigi yang patah atau tumbuh miring, maka wajib dibedah. Pastikan Anda sudah menggosok dan flossing gigi sebelum prosedur ini dijalankan.

  • Operasi

Pada kasus maloklusi parah, terkadang satu-satunya jalan adalah dengan operasi. Operasi pemasangan plat, sekrup, atau kabel biasa dilakukan untuk memperbaiki dan menstabilkan bentuk rahang. Ini bisa jadi solusi terbaik, apabila Bunda tidak ingin menjalani pemasangan kawat gigi.

Resiko Operasi Maloklusi Gigi

Masing-masing solusi untuk maloklusi pastinya memiliki resiko masing-masing. Pemasangan kawat gigi, misalnya. Tidak hanya dapat mengakibatkan sariawan hingga ketidaknyamanan dalam mulut. Kawat gigi juga berpotensi gigi menjadi lebih mudah patah. Begitupula untuk operasi maloklusi. Tindakan medis ini memiliki resiko berikut:

  • Terjadinya kerusakan gigi
  • Iritasi pada bagian mukosa atau selaput lendir mulut
  • Terpicunya infeksi
  • Nyeri yang berada di bagian mandibula
  • Maloklusi pasca operasi
  • Cedera syaraf
  • Pasien mengalami kesulitan berbicara selama proses terapi berjalan
  • Pendarahan 

Demikianlah ulasan tentang resiko operasi maloklusi gigi. Di setiap tindakan operasi, tentunya resiko akan selalu ada. Namun, selama Bunda mengikuti prosedur dan petunjuk dari dokter secara tepat, resiko komplikasi bisa dihindari.Namun, alangkah lebih baik untuk mencegah daripada  mengobati. Maloklusi genetik memang tidak bisa dicegah. Namun, Bunda bisa mencegahnya agar jangan sampai maloklusi tersebut semakin parah. 

Salah satu caranya adalah dengan menyusui si kecil menggunakan dot orthodontic dari Baby Huki. Dot ini dibuat secara khusus agar dapat memberikan kenyamanan maksimal saat bayi menyusui. Bentuk Dot Orthodontic Baby Huki pipih gepeng dan sudah teruji klini sesuai dengan rongga mulut bayi sehingga tidak mengganggu pertumbuhan gigi dan gusi. Sehingga, Bunda tidak perlu khawatir bayi akan mengalami ketergantungan menyusu pada dot. Bentuk dot yang juga menyerupai puting ibu juga terasa natural di mulut bayi. Dot yang lentur bantu mencegah terjadinya maloklusi saat gigi bayi mulai tumbuh. Tak hanya maloklusi dot orthodontic dari baby Huki jugamencegah bayi bingung puting, anti tersedak, anti kolik.  Yuk, beli produk dot orthodontic ini di Baby HUKI official store yang ada di Shopee, Lazada, dan Tokopedia.