Berat Badan Normal Bayi 2 Bulan seperti apa sih?

Berat Badan Normal Bayi

Memantau berat badan bayi ternyata sangat penting lho, Bunda. Karena, dilihat dari berat badannya, Bunda bisa mengetahui apakah si kecil sudah mendapatkan nutrisi yang maksimal atau belum. Berat badan bayi yang normal juga menjadi indikasi ia memiliki perkembangan tubuh yang semestinya. Makanya, Bunda sangat disarankan untuk menimbang berat badan bayi secara rutin setiap bulan. Perkembangan dan bobot bayi biasanya akan mengalami perkembangan pesat saat ia menginjak usia 2 bulan. Nah, seperti apa ya berat badan normal bayi 2 bulan dari babyhuki?

Berapa Berat Badan Normal Bayi Usia 2 Bulan yang Normal?

Sebenarnya, berapa ya berat badan normal bayi 2 bulan? Dalam mengukur perkembangan bayi, berat badan dan tinggi badan si kecil sering dijadikan sebagai patokan. Tentunya, saat bayi menginjak usia 2 bulan, dia sudah memiliki berat dan tinggi badan yang sesuai dengan nilai rata-rata. Sedikit fakta menarik nih yang perlu Bunda ketahui. Bayi laki-laki dan bayi perempuan biasanya memiliki grafik pertumbuhan yang berbeda. Dalam hal ini, bayi laki-laki biasanya memiliki bobot yang lebih berat dan lebih tinggi dibandingkan bayi perempuan. 

Jika ditarik secara garis besar, berat badan bayi laki-laki yang berusia 2 bulan umumnya berada di angka 3,4-5,7 kilogram. Dan, mereka juga memiliki tinggi badan sekitar 51-58,4 cm. Sedangkan, bayi perempuan di usia 2 bulan umumnya memiliki bobot seberat 3,2-5,4 kilogram. Untuk tinggi badan, biasanya berada di kisaran 50-57,4 cm. 

Berat Badan Bayi di Bawah Rata-rata? Jangan Dibawa Panik, Ini Solusinya!

Setelah melihat ulasan di atas, Bunda baru menyadari bahwa si kecil punya bobot yang berada di bawah rata-rata. Wah, pastinya Bunda merasa panik dan bingung. Berat badan bayi yang di bawah rata-rata memang bisa menjadi indikator bayi kekurangan nutrisi. Tapi, masih ada waktu untuk mengejar ketertinggalan kok! Untuk menambah berat badan bayi, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan nih. Antara lain:

  1. Meningkatkan Frekuensi Pemberian ASI

Sebenarnya, ketertinggalan berat badan bayi bisa diatasi dengan pemberian ASI, lho. Ya, ASI yang diproduksi payudara Bunda mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan si kecil. Semakin sering Bunda menyusui, maka akan semakin banyak pula nutrisi yang ia terima. Menyusui secara rutin juga bisa membantu meningkatkan produksi ASI, lho. Jadi, Bunda tidak perlu khawatir ASI jadi kering, ya.

  1. Konsumsi Makanan Bergizi

Selain menyusui dengan lebih sering, Bunda juga perlu meningkatkan kualitas ASI. ASI yang berkualitas adalah yang mengandung berbagai zat nutrisi yang bisa membantu menopang pertumbuhan anak. 

Caranya, Bunda cukup memperbanyak konsumsi makanan yang bergizi tinggi, Misalnya, konsumsi sayuran, buah-buahan, daging ikan dan daging ayam, telur, dan kacang-kacangan. Mengkonsumsi susu khusus ibu menyusui juga bisa membantu memperkaya ASI. Dengan demikian, bobot bayi pun akan semakin bertambah.

Untuk mengejar berat badan bayi 2 bulan, pemberian ASI eksklusif memang sangat dibutuhkan. Tapi, bukan berarti Bunda harus menyusui si kecil secara langsung secara terus-menerus, lho. Bagi Bunda yang bekerja di kantor, pemberian ASI perah lewat botol susu dan dot bisa dijadikan alternatif. Bunda bisa meminta bantuan Ayah untuk memberikan ASI tersebut pada si kecil. Supaya si kecil tidak mengalami buta puting gara-gara pemberian susu lewat botol dot, Bunda bisa nih pakai produk dot orthodontic dari Baby HUKI. 

Jangan Lupa juga ya Bunda, Dot Orthodontic Baby Huki salah satu produk yang wajib punya! Bentuk dot yang pipih terbuat dari silikon lembut terasa natural di mulut bayi. Dot Orthodontic dari baby Huki satu-satunya yang sudah teruji klinis mencegah Maloklusi. Tak hanya maloklusi dot orthodontic dari baby Huki juga mencegah bayi bingung puting, anti tersedak, anti kolik. 

Pilih produk dot orthodontic yang dirancang secara khusus untuk mendukung proses pertumbuhan gigi bayi. Dot ini sangat lentur dan memiliki struktur yang menyerupai puting Bunda. Sehingga, dapat mencegah terjadinya kelainan pertumbuhan gigi si kecil. 

Jangan Lupa Bunda, Jika Bunda merupakan Ibu Pekerja dan Si kecil tidak perlu khawatir kekurangan Asupan Air Susu.Dot Orthodontic ini dirancang secara khusus mekanismenya menyerupai bayi menyusu langsung dari puting Bunda. Selain mempermudah bayi beralih dari susu botol ke menyusui secara langsung, dot ini juga membantu mengurangi resiko bayi mengalami gigi tonggos. Botol susu HUKI juga sangat kokoh dan tidak mudah pecah. Tapi, tetap ringan dan pastinya tidak mengandung material berbahaya. Keduanya bisa Bunda dapatkan di Baby HUKI official store yang ada di Tokopedia, Shopee, dan Lazada.