Tips Parenting Untuk Bunda yang WFH

Situasi pandemi COVID-19 yang semakin tidak menentu membuat beberapa kantor kembali menerapkan sistem kerja dari rumah alias work from home. Bunda yang menjadi wanita karier juga mengalaminya?

Jika Bunda saat ini masih memiliki anak usia di bawah 5 tahun di rumah, rutinitas WFH bisa menjadi sesuatu yang sulit. Selain rentan distraksi, anak usia ini umumnya masih belum paham betul tentang kondisi yang ada.

  • Konsisten membuat dan menerapkan jadwal
    Saat WFH, jangan remehkan besarnya manfaat dari konsisten menerapkan jadwal, Bunda. Ini dapat membantu Bunda lebih mudah menyelesaikan pekerjaan, sekaligus tetap memenuhi kebutuhan keluarga. Misalnya, tentukan kapan waktu khusus bekerja dan waktu untuk bermain bersama anak-anak.

Tak lupa, selipkan juga jadwal untuk istirahat, makan dan belajar bersama. Pekerjaan selesai tepat waktu, seluruh kebutuhan anak pun terpenuhi.

  • Manfaatkan waktu tidur siang anak
    Jika anak masih punya jadwal rutin tidur siang, waktu ini juga bisa Bunda manfaatkan untuk tetap produktif bekerja saat WFH. Biasanya waktu tidur siang anak rata-rata 1-2 jam, yang cukup untuk Bunda bisa gunakan.

Apabila memang anak memilih untuk bermain dan tidak mau tidur siang, jangan dipaksakan karena justru bisa membuatnya rewel. Dikutip dari haibunda, penting bagi orang tua untuk sesekali membiarkan anak belajar cara menenangkan dirinya sendiri.

  • Siapkan tempat camilan untuk anak
    Salah satu hal yang bisa membantu mengurangi distraksi anak saat orang tua bekerja di rumah adalah perut yang kenyang. Ini berarti, Bunda perlu memastikan anak sudah makan dan cukup camilan.

Jika perlu, siapkan tempat khusus untuk camilan anak yang bisa ia raih sendiri.

  • Tetapkan batasan yang jelas
    Bunda mungkin juga perlu menerapkan disiplin dan aturan sejak dini pada anak. Salah satu caranya dengan menetapkan batasan yang jelas. Misalnya sampaikan pada anak bahwa pada jam tertentu, Bunda butuh waktu bekerja.

Atau jika Bunda memiliki ruang kerja di rumah, berikan tanda khusus saat sedang fokus. Ini supaya anak paham kapan waktu untuk sabar menunggu Bunda selesai bekerja dan bisa kembali bermain.

Menumbuhkan pemahaman dan disiplin seperti ini butuh waktu. Jadi tetap bersabar ya, Bunda.

  • Jangan ragu meminta bantuan anggota keluarga
    Apabila memang anak memiliki temperamen yang cukup tinggi, sulit teratur dan mudah rewel jika tidak ditemani, mungkin Bunda bisa mempertimbangkan untuk meminta bantuan anggota keluarga lain. Misalnya suami, ibu mertua atau adik.

Hal ini penting guna memastikan pekerjaan tetap selesai, sementara si kecil tidak merasa diabaikan karena masih ada orang lain yang menemaninya bermain.

Demikian beberapa tips WFH sambil mengurus anak yang bisa coba dilakukan. Ingatlah bahwa menetapkan prioritas itu penting, jadi hindari memaksakan diri Bunda juga, ya.