Hati-Hati Defisiensi Zat Besi pada Si Kecil

“Si Kecil sudah mulai memasuki tahap MPASI, Jangan lupa untuk perhatikan nutrisinya agar tidak terkena defisiensi zat besi.”

Defisiensi zat besi (ADB) adalah satu jenis anemia yang disebabkan kekurangan zat besi sehingga terjadi penurunan jumlah sel darah merah yang sehat. Zat besi diperlukan tubuh untuk menghasilkan komponen sel darah merah yang dikenal sebagai hemoglobin. Zat besi adalah salah satu mikronutrien penting untuk tumbuh kembang si Kecil. Zat besi membantu perkembangan sistem saraf untuk pembentukan selubung sel saraf otak. Kekurangan zat besi biasa disebut Anemia Defisiensi Besi (ADB) yang bisa berdampak buruk pada perkembangan motorik, kognitif, dan neurologis.

Berikut penyebab anemia defisiensi besi di tiap tahap umur anak:

  1. Bayi kurang dari 1 tahun

Cadangan zat besi kurang karena bayi berat lahir rendah, prematuritas, lahir kembar, ASI ekslusif tanpa suplementasi besi, susu formula rendah besi, pertumbuhan cepat, lahir dari ibu yang mengalami anemia selama kehamilan serta alergi protein susu sapi.

  • Anak usia 1-2 tahun

Tidak mendapat makanan tambahan atau minum susu murni berlebih, obesitas, kebutuhan meningkat karena infeksi berulang atau kronis, malabsorbsi atau kesulitan menyerap nutrisi.

  • Anak usia 2-5 tahun

Asupan besi kurang karena minum susu berlebihan atau jenis makanan kurang mengandung Fe jenis heme, obesitas, kebutuhan meningkat karena infeksi berulang atau kronis yang disebabkan oleh bakteri, virus ataupun parasite dan perdarahan.

Untuk mencegah Defisiensi zat Besi, saat mulai MPASI berikan si Kecil menu 4 bintang dengan kandungan zat besi seperti bayam, hati ayam atau sapi, daging merah, brokoli, tahu, kentang, kacang kedelai dan sereal.  Jangan lupa ciptakan suasana makan yang menyenangkan seperti menggunakan feeding set Baby Huki yang berwarna-warni, agar si Kecil lahap makannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *